Kyai Abdurrahim & Ny Sekar, leluhur yang pantas diluhurkan

ummulquro.co.id,-

Tepat di pintu gerbang masuk Pondok Pesantren Ummul Quro Cangkreng Timur Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura, bila kita berkunjung ke sana, akan melewati area pemakaman keluarga yang masih alami,dengan rindangnya pohon Kamboja di sela-sela batu nisannya.

Di area paling Utara ada dua buah makam berdampingan yang berbeda dari makam lainnya, yaitu makam yang ditinggikan dengan pondasi berkeramik putih dengan batu nisan paling tinggi.

IMG_20171118_153936

Itulah makam Kyai Abdurrahim dan Ny Sekar, yaitu pasangan suami istri yang menjadi pelopor tegaknya Islam di sana waktu itu, Kyai Abdurrahim mensyiarkan agama Islam lewat jalur perdagangan, karena beliau merupakan seorang pebisnis mandiri antar pulau yang memperjualbelikan bahan-bahan kebutuhan pokok ke pulau Jawa, bawean, hingga pulau Kalimantan dengan transportasi tiga armada kapal dagang milik sendiri.

Walaupun akhirnya, jiwa bisnis tidak diturunkan kepada anak-anaknya, tapi beliau menanamkan pendidikan ilmu agama kepada mereka dengan ketat bahkan putra ketiga, yaitu Kyai Hafiluddin dipondokkan kepada seorang Alim Allamah waliyullah di Bangkalan, yaitu Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, dengan harapan kedepannya bisa melanjutkan perjuangan dakwah Islam beliau.

Sedangkan Nyai Sekar, mensyiarkan Islam lewat metode door to door, beliau bersilaturrahmi ke tiap rumah-rumah warga dengan membawa sedekah makanan dan pakaian sholat, demi mengajak mereka untuk melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu, tapi karena waktu itu masyarakat masih lugu dan awam, bagi masyarakat yang belum mau melaksanakan sholat, mereka menolak pemberian sedekah dari beliau karena belum bisa melaksanakan kewajiban sholat.

Dan begitulah seterusnya, dengan semangat membaja dalam berdakwah, hingga akhirnya, dari generasi ke generasi, agama Islam semakin hidup dan meluas, hingga saat ini.

IMG_PITU_20171118_170127
Makam Sultan Abdul Kadirun

Siapakah Kyai Abdurrahim ? Beliau adalah seorang da’i yang berdarah bangsawan Madura keturunan Sultan Abdul Qodir atau lebih dikenal dengan Sultan Kadirun, yang makamnya terletak di belakang masjid agung Bangkalan.

Nasab beliau adalah, Abdurrahim bin Muslimah binti Raden Jatim Bin Raden Ayu Asiyah Ario Joyodiputro binti Raden Yusuf bin Sultan Abdul Qadir Cakra Adiningrat II (Raja Kerajaan Madura Barat).

IMG_PITU_20171118_170032
Pintu gerbang makam sunan Ampel

Sedangkan Nyai Sekar, adalah keturunan Sunan Ampel dan Sunan Drajat melalui Jalur Syeikh Zainal Abidin yang lebih dikenal dengan Sunan Cendana Kwanyar.

Nasab beliau adalah Nyai Sekar binti Muhammad Hanafiyah bin Hasyim Bin Muhibbuddin Bin Siti Aminah binti Zainal Abidin Sunan Cendana Bin Khotib bin Raden Qosim Sunan Drajat bin Raden Ahmad Rahmatullah Sunan Ampel, sesepuh Walisongo. Ini jika diurut dari ayah Sunan Cendana.

IMG_PITU_20171118_170056
Makam Sunan Giri

Apabila diurut dari jalur Ibu Sunan Cendana, adalah Zainal Abidin bin Nyai Gede Kedaton binti Panembahan Kulon bin Raden Ainul Yaqin Sunan Giri

Demikianlah sekilas tentang sepasang suami istri yang berjasa besar dalam perkembangan Islam di daerah Cangkreng dan sekitarnya, semoga kita semua menjadi generasi yang mampu meneruskan dan mengembangkan misi dakwah mereka, dan barokah mereka selalu mengalir kepada kita sebagai keturunan dan santrinya.
(bukhoriimam)

Sumber :
– Silsilah nasab Sunan Cendana
– Perpustakaan Bangkalan
– saksi hidup sejarah dari para sesepuh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *