Suasana kembalian santri Ummul Quro di tengah pandemi Covid-19

Cangkreng Timur, Ummul Quro.co.id

Hari Ahad, tanggal 15 Syawal 1441 H, atau 7 Juni 2020 adalah waktu yang ditetapkan untuk kembalian santri ke Pondok Pesantren Ummul Quro.

Pada tahun ajaran baru ini, kembalian santri ditetapkan sama dengan tahun sebelumnya, mengingat hasil pertemuan para pengasuh Pondok Pesantren se Kabupaten Bangkalan bersama Bupati di Pendopo agung Bangkalan, bahwa kembalian santri di Pondok Pesantren se Bangkalan diserahkan sepenuhnya kepada keputusan pengasuh masing-masing Pondok Pesantren, dengan syarat tetap mengikuti prosedur protokoler dari gugus tugas Covid-19.

Oleh karenanya, pengasuh PP-UQ menginstruksikan agar kembalian santri ditetapkan pada tanggal 15 Syawal, karena santri sudah terlalu lama libur dan menganggur di rumah sejak pertengahan bulan Sya’ban kemarin, maka dikhawatirkan, menyebabkan kekosongan rohani dari ilmu dan Ubudiyah keseharian di pesantren akan menjadikan hati mereka kering dan keras.

oleh karenanya, harus segera dikembalikan ke Pesantren supaya hati kembali segar dan hidup oleh siraman-siraman ilmu dan Ubudiyah keseharian di pondok pesantren.

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka harus mengikuti prosedur protokoler dari satuan gugus tugas Covid-19, yang terdiri dari unsur pemerintah desa, puskesmas, Koramil dan Polsek.

Sebelum memasuki area Pesantren, santri diwajibkan melalui proses cek suhu badan, penyemprotan disinfektan dan hand sanitizer, cuci tangan, dan diberi obat-obatan vitamin C dan E.

“Langkah ini perlu dilakukan, mengingat santri Ummul Quro mayoritas berasal dari luar kecamatan dan luar daerah seperti propinsi Riau, Bekasi, Jepara, dll, bahkan ada yang dari kota Surabaya yang termasuk zona “hitam” rawan Corona, maka dikawatirkan akan berdampak penularannya kepada santri lain dan keluarga pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro” ujar Ust Taufik Ismail, sebagai ketua pengurus PP-UQ di bidang penanganan Covid-19.

Beliau juga berterimakasih kepada seluruh tim gugus tugas Covid-19, atas pengorbanan waktu dan tenaganya demi keamanan Pondok Pesantren Ummul Quro dari bahaya virus Corona yang menjadi wabah dunia saat ini.
(bukhoriimam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *