BIOGRAFI

KH. ABDUL AZIZ adalah putra keenam dari KH. HAFILUDDIN , dilahirkan di Dusun Cangkreng Timur Kecamatan Kwanyar pada tahun 1908 M, dari seorang Ibu yang bernama Ny. Siti Khodijah yang termasuk salah satu santriwati SYAIKHONA KHOLIL BIN ABDUL LATIF Bangkalan periode awal, seangkatan dengan dengan Ny. Misi, istri Syaikhona Kholil yang melahirkan Ny. Asma’ Kepang.
Ayah beliau juga termasuk santri SYAIKHONA KHOLIL, seangkatan dengan KH MOH ROWI Mancengan. Jadi, kedua orang tua beliau sama-sama santri SYAIKHONA KHOLIL BIN ABDUL LATIF Bangkalan.
Riwayat pendidikan beliau dimulai dari didikan orang tuanya sendiri, kemudian setelah dirasa cukup, beliau dimondokkan kepada KH. Abdul Hamid Sepuh di Pesantren Sidoresmo Surabaya seangkatan dengan KH Tholhah Rowi Sumurnangka.
Hanya beberapa tahun saja beliau nyantri di sidoresmo, sehingga akhirnya pindah ke Pesantren Demangan Bangkalan di bawah asuhan KH IMRON BIN SYAIKHONA KHOLIL. Hari-hari di pesantren diisi dengan mengabdi kepada Keluarga Kyai Imron sambil belajar Al Qur’an kepada KH. ABDUL MUN’IM ayahanda KH. FAKHRI Jagalan.
KH Abdul Aziz, menjadi populer di kalangan keluarga dalem KH Imron karena beliau rajin dalam mengerjakan pekerjaan harian, seperti menyapu halaman pesantren dan pekerjaan-pekerjaan lain untuk mengisi waktu luang di pesantren.
KH Abdul Aziz adalah sosok yang sangat mengagungkan Guru, terbukti hingga usia lanjut, meskipun dalam keadaan fisik yang sudah udzur, beliau masih menyempatkan diri untuk selalu sowan ke pesantren demangan demi untuk bertemu dengan keturunan Guru beliau seperti KH Abdullah Schal dan KH Zubeir Muntashor. Bahkan suatu saat pernah KH Abdullah Schal minta petunjuk beliau tentang tata cara KH Imron dalam memakai sorban.
Beliau juga suka sekali bersilaturrahmi dengan sanak kerabat dekat maupun jauh, di kalangan masyarakat beliau dikenal sebagai tokoh yang berani mengambil sikap tegas apapun resikonya, prinsip beliau adalah,

إمشِ فى طريق الله ولا تبال احدا فإنّ لكل شيئ محبّا ومغضبا

Berjalanlah di jalan Allah, jangan pernah menghiraukan orang lain, karena setiap sesuatu pasti ada yang suka dan yang tidak suka.
sebagaimana pepatah madura mengatakan “bedeh bejhi’ bedeh lebur”, yang hasil akhirnya kesuksesan selalu berpihak kepada beliau dalam setiap perjuangannya.
Beliau menunaikan ibadah haji pada tahun 1986 bersama istri tercinta, Ny Hj Siti Khodijah, dan sempat tinggal di Mekkah Al Mukarramah dalam beberapa tahun.
Jasa beliau yang paling dirasakan sampai saat ini adalah adanya Pondok Pesantren Ummul Quro, karena beliaulah yang merestui pendiriannya sehingga sebidang tanah warisan ayah beliau diwakafkan untuk dibangun gedung madrasah yang menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Ummul Quro.
KH Abdul Aziz adalah keturunan ketujuh dari Syeikh Zainal Abidin Sunan Cendana Kwanyar, silsilah nasab beliau adalah KH Abdul Aziz bin Hafiluddin bin Sekar binti Muhammad Hanafiyah bin Hasyim bin Muhibbuddin bin Siti Aminah binti Zainal Abidin Sunan Cendana.
(Sumber dari KH M Thohir Bin Abdul Aziz)