Pondok Pesantren Ummul Quro mengirim Guru Tugas ke Pulau Batam

ummulquro.co.id,-

Dalam rangka meningkatkan visi misi dakwah dan Khidmah Lil Ummah, pada tahun pelajaran 2018-2019, Pondok Pesantren Ummul Quro mengirimkan santrinya untuk ditugaskan mengajar Metode Amtsilati (cara cepat membaca kitab kuning) ke Pondok Pesantren Nurul Haromain 4, yang berlokasi di Kota Batam Kepulauan Riau.

“Program ini insyaallah akan dilaksanakan tiap tahun, maka bagi lembaga-lembaga pendidikan lain, yang ingin mengembangkan metode Amtsilati di tempatnya masing-masing, bisa mengajukan permohonan guru tugas dari kami” ungkap Ust. Abd Rosyid,S.Pd. selalu Koordinator Program Amtsilati PP Ummul Quro.”dan program ini sudah diketahui dan didukung penuh oleh Pengurus Amtsilati Pusat di Jepara” tambahnya.

Keberangkatan Guru tugas, dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 1 Juli 2018 atau 17 Syawal 1439 H. untuk masa tugas 10 bulan terhitung sejak tanggal keberangkatan, dengan harapan semoga ilmu yang disampaikan bisa bermanfaat bagi lingkungan mengajarnya.

Sebelum diterbangkan dari bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Hang Nadim Batam, Pengasuh pondok Pesantren Ummul Quro berpesan bahwa Guru tugas hendaknya melaksanakan amanah ini dengan himmah yang kuat, Istiqomah, niat yang ikhlas, dan menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang merusak nama baik dirinya lebih-lebih nama baik Pondok Pesantren Ummul Quro.
(bukhoriimam)

Haul Masyayikh dan Haflah Akhir Sanah Pondok Pesantren Ummul Quro

Ummulquro.co.id,-

Malam Jum’at, tanggal 25 Sya’ban 1439 H bertepatan dengan tanggal 10 Mei 2018, Pondok Pesantren Ummul Quro menggelar agenda tahunan, yaitu Haflah Akhir Sanah yang digabung dengan haul Masyayikh, para leluhur pengasuh PP Ummul Quro.

Dalam acara ini ditampilkan kreasi-kreasi santri, dari kesenian hingga kemampuan keilmuan yang telah mereka pelajari, diantaranya demontrasi membaca kitab Hasyiyah Baijury Syarah Fathul Qorib, yang ditest langsung oleh pengasuh di atas pentas,dengan disaksikan oleh para wali santri dan para undangan, mereka membaca kitab tersebut secara acak, dengan menjelaskan makna, Murad dan susunan nahwu shorofnya.

Di awal acara, pengasuh menyampaikan sambutan kepada para undangan, setelah berterimakasih atas kehadiran mereka dan mohon maaf atas segala kekurangan, beliau menyampaikan tentang sejarah pendirian Pondok Pesantren Ummul Quro dengan segala liku-liku perjuangan dan rintangan-rintangannya, sebagai penyemangat bagi para guru dan wali santri, bahwa perjuangan menegakkan Agama Islam, tidak semudah membalik telapak tangan, tapi pelan namun pasti, Allah akan menolong mereka yang mau menolong Agama Allah.

Rangkaian acara Haflah disempurnakan dengan caramah agama yang disampaikan oleh KH Abdul Wahhab Jazuli, beliau adalah Mursyid thoriqoh syadziliyah kab. Bangkalan, dalam ceramahnya beliau menyampaikan bahwa orang tua yang memondokkan anaknya di Ummul Quro, berarti telah ikut berperan dalam menolong agama Allah, yang menurut janji Allah, mereka akan diberi keselamatan dalam meniti jembatan siroth Al Mustaqim kelak, yang jarak tempuhnya 1000 tahun mendatar, 1000 tahun menikung, 1000 tahun menanjak, dan 1000 tahun menurun, maka mereka akan dikuatkan kaki-kakinya hingga sampai pada tujuan utama yaitu Syurga.

Beliau juga menyampaikan, bahwa orang tua yang mendukung pendidikan anaknya di pondok, maka semua amal kebaikan anaknya dengan secara otomatis akan mengalir kepadanya walaupun orang tuanya sudah di alam kubur hingga hari kiamat.
(bukhoriimam)

Panggung Boneka memeriahkan kegiatan Mobil Pintar

Ummulquro.co.id,-

Hari Rabu, tanggal 14 Februari 2018, adalah waktunya kegiatan mobil pintar untuk peserta didik SDI dan SMP Ummul Quro yang diadakan tiap bulan 2 kali.

Mobil yang berisi buku-buku bacaan, alat-alat bermain, dan perangkat tekhnologi informasi, disediakan untuk media belajar dan menggali ilmu baru bagi peserta didik.

Dalam kesempatan itu, kegiatan mobil pintar dimeriahkan oleh penampilan panggung boneka yang menampilkan cerita dengan Thema bahaya narkoba, anak-anak mengikuti alur cerita dengan khusyu’ dan fokus, karena di akhir cerita diadakan kuis yang berisi pertanyaan seputar isi cerita, nama-nama pemain, dan kesimpulan dari cerita panggung boneka tersebut, dengan hadiah-hadiah menarik bagi yang bisa menjawab dengan benar dan tegas.

Di Akhir kegiatan, anak-anak peserta didik dibagikan minuman susu kotak, untuk menambah gizi mereka, ini diadakan tiap Minggu 2 kali.

Kegiatan ini disebut program minum susu bersama, yang didatangkan oleh donatur Yayasan berupa 50×36 susu kotak tiap bulannya.

(bukhoriimam)

Bai’at Thoriqoh As Syadziliyah di Pondok Pesantren Ummul Quro

Ummulquro.co.id,-

Hari Selasa, tanggal 13 Februari 2018/27 Jumadil Ula 1439 H, Pondok Pesantren Ummul Quro kedatangan tamu agung dari Makkah Al Mukarramah, beliau adalah Al Allamah Al Mursyid As Syeikh Ahmad Amin Bin Sa’duddin Al Murad As Suriy, seorang Ulama’ besar Mursyid thoriqoh syadziliyah.

Dalam kunjungan ini, beliau menyampaikan kepada para santri dan para hadirin atas pentingnya memuliakan Ulama’ karena mereka adalah pengganti para Nabi, dan alangkah bahayanya memusuhi Ulama’ karena mereka adalah sebagai kekasih Allah, dan barangsiapa memusuhi kekasih Allah, maka Allah menyatakan perang padanya.

Dalam kesempatan itu, beliau juga mengijazahkan sanad Thoriqoh As Syadziliyah dari Guru Beliau sampai bersambung kepada Rosulullah saw.supaya dibuat bacaan rutin setiap pagi dan sore untuk kebersihan hati dalam berthoriqoh demi mencapai pangkat haqiqat dan ma’rifat kepada Allah SWT.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, karena beliau adalah seorang Ulama’ yang humoris, dengan candaan beliau yang menghangatkan suasana menjadikan acara itu sangat berkesan.

Beberapa Ulama’ juga ikut hadir, di antaranya RKH Fakhrillah Aschal, KH Agus Luqman Hakim, KH Fauzi Mustajab, KH Abdul Wahhab Jazuli dan banyak lagi para Ulama’ yang tergabung dalam Thoriqoh As Syadziliyah Kabupaten Bangkalan.

Para santri dan hadirin sangat antusias, apalagi pada akhir acara, beliau mempersilahkan mereka untuk bermushofahah (bersalaman) dengan beliau secara bergantian.
(bukhoriimam)

Haul Sulthonul Auliya’, Syeikh Abdul Qodir Al Jilany di PP Ummul Quro

UmmulQuro.co.id,-

Malam Sabtu tanggal 11 Robi’uts Tsani 1439 H, di Musholla Ar Roudhoh, Pondok Pesantren Ummul Quro diadakan acara pembacaan Hadiyah Jailaniyah, yang lebih dikenal dengan istilah sabellasan, bersama wali santri dan masyarakat sekitar.

Foto : rutinitas sabellasan di musholla Ar Roudhoh

Acara ini diadakan rutin setiap malam tanggal 11 hijriyah tiap bulan, sejak 3 tahun yang lalu, dengan harapan semoga barokah Sulthon Al Auliya’ As Syeikh Abdul Qodir Al Jilany yang wafat pada tanggal 11 Robi’uts Tsani, selalu mengalir kepada semua masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Ummul Quro,terutama kepada semua santri supaya cepat terbuka hatinya untuk mendapat ilmu yang manfaat dan barokah.

Bacaan hadiyyah Jailaniyah ini diijazahkan oleh KH Fakhrillah Aschal yang merupakan rutinitas yang dibiasakan oleh Al Maghfur lah KH Abdullah Schal Bangkalan.

Menurut KH Fakhrillah Aschal, yang juga pengasuh PP Syaikhona Kholil Bangkalan ini, membiasakan Istiqomah membaca ijazah ini akan berdampak positif kepada kemakmuran dan keamanan suatu tempat yang dibacakan bacaan ini.
(bukhoriimam)

Wisuda Amtsilati perdana, disempurnakan dengan ziarah WALI

Ummul Quro.co.id,-

Kegiatan wisuda Amtsilati pertama Pondok Pesantren Ummul Quro, ditutup dan disempurnakan dengan ziarah makam para Wali, ziarah ini diikuti oleh santri peserta wisuda pertama yang jumlahnya 17 anak, para asatidz dan dipimpin langsung oleh pengasuh beserta keluarga.

Ziarah wali diawali dari kota Surabaya yaitu makam Raden Rahmatullah Sunan Ampel, sebagai sesepuh Walisongo, dilanjutkan ke Kota Gresik yaitu Makam Raden Ainul Yaqin Sunan Giri dan Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, kemudian tepat jam 4 sore, rombongan singgah di Makam Raden Qosim Sunan Drajat di bukit Paciran Lamongan.

Agenda ziarah diteruskan ke Kota Tuban, yaitu makam Raden Makhdum Ibrahim Sunan Bonang, sebelum masuk area makam, rombongan beristirahat melepas lelah sambil mandi, makan malam dan sholat jama’qoshor.

Sekitar jam 01.00 dini hari, sesampainya mereka ke Gunung Muria di kabupaten Kudus Jawa Tengah, Jama’ah ziarah wali harus berjuang mengerahkan tenaga dan menahan rasa dingin dengan menaiki tangga panjang untuk sampai ke makam Raden Umar Said Sunan Muria, yang tingginya sekitar 1.000 meter, di puncak gunung Muria, mereka menginap di sana sambil menunggu waktu Sholat Shubuh, untuk masuk ke area makam setelah sholat shubuh berjamaah.

Mereka turun gunung pada pagi buta, dengan menuruni anak tangga berbatu yang licin akibat hujan semalaman, setelah sarapan pagi, Jama’ah melanjutkan perjalanan ke kota Kudus.

Setelah menjalani proses taat tertib peraturan pemerintah setempat yang agak berbelit-belit bagi rombongan peziarah, dan perlakuan oknum petugas tranportasi ke area makam yang kurang ramah, mereka akhirnya sampai juga ke makam Raden Ja’far Shodiq Sunan Kudus.

Tepat tengah hari, saat adzan sholat Jum’at berkumandang, rombongan tiba di makam Raden Syahid Sunan Kalijaga Kadilangu Kab. Demak, karena masih dalam keadaan musafir, mereka tidak mengikuti sholat Jum’at, tapi memilih untuk istirahat sambil menunggu dibukanya area makam karena bersamaan dengan sholat Jum’at di masjid Jami’ Sunan Kalijaga.

Safari Wisata Religi ini ditutup dengan bersilaturrahim mengantar Ustadz Rizqi Saputra ke Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, beliau adalah seorang Guru Tugas dari Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, yang mengajar Amtsilati di Pondok Pesantren Ummul Quro selama 10 bulan. Di sana mereka dijamu dengan penuh kekeluargaan.

Menurut Ust. Imam Bukhori, sebagai ketua panitia Ziarah, kegiatan wisata religi ini sangat berkesan dan mengasikkan, rasa lelah dan rintangan-rintangan perjalanan tidak terasa bararti bagi para santri, karena niat mereka adalah memohon restu dan barokah para walisongo pelopor Agama Islam di Indonesia, dengan harapan, semoga mereka bisa mempunyai semangat, prinsip, ketekunan, kesabaran dan kesuksesan seperti yang Telah Allah anugerahkan kepada Para Walisongo.
(bukhoriimam)

Wisuda Amtsilati Pertama Pondok Pesantren Ummul Quro

UmmulQuro.co.id,-
Malam Jum’at, tanggal 5 Robi’ul Awal 1439 H, atau 23 November 2017, Pondok Pesantren Ummul Quro menggelar Wisuda pertama untuk 17 santri yang dinyatakan lulus Amtsilati, setelah selama 8 bulan secara intensif, mereka dididik dan diajari ilmu nahwu shorof cara Amtsilati oleh Ust. Rizki Saputra, Guru Tugas Amtsilati asal Pekalongan.

Acara dihadiri oleh pendiri metode Amtsilati, KH Taufiqul Hakim dari Jepara Jawa tengah, juga dimeriahkan dengan hadirnya para alumni pesantren Darul Falah Amtsilati jepara yang ada di Bangkalan.

Acara berlangsung khidmat, apalagi ketika Kyai Taufiq menyampaikan renungan tentang pentingnya cinta Ulama’ dan santri, dan celakanya orang yang membenci keduanya.

Setelah menguji kemampuan para peserta wisuda untuk membaca kitab kuning yang dibuka secara acak oleh orang tua santri, beliau berpesan kepada para santri peserta wisuda bahwa wajib hukumnya menghormati dan mendoakan orang tua dan guru, karena tanpa keduanya surgapun tak akan terasa indah. Pengasuh PP Darul Falah ini juga mengijazahkan sanad keilmuan Nahwu Shorof kepada semua peserta wisuda, yang silsilahnya menyambung hingga Rosulullah Saw.

Di Akhir acara wisuda beliau berdo’a dengan khusyu’nya sehingga sebagian besar hadirin tenggelam dalam keharuan sehingga banyak dari mereka yang menangis tersedu-sedu terutama para peserta wisuda.
(bukhoriimam)

Ummul Quro berkhidmah, pelayanan operasi katarak GRATIS

IMG_PITU_20171121_055629

UmmulQuro.co.id,-

Dalam meningkatkan fungsinya untuk Khidmah Lil ummah, Pondok Pesantren Ummul Quro bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, kembali mengadakan bakti sosial melayani operasi katarak gratis, untuk kegiatan baksos tahun ini dilaksanakan di Rumah sakit TNI AL Dr. Ramelan Surabaya.

IMG-20171120-WA0060

RS AL Dr. Ramelan membuka kesempatan bagi 1000 orang calon pasien, pendaftaran dibuka sejak 7 November 2017, dan setelah diadakan cek up atau screening pasien, dimulailah jadwal operasi katarak dari tanggal 28 November sampai selesai.

IMG_PITU_20171121_055913

Menurut Ketua Tim Ummul Quro, Bapak Abdussalam, S.Pd, kegiatan baksos ini merupakan yang kedua kalinya, setelah diadakan kegiatan serupa pada tahun kemarin di Rumah Sakit KODAM V Brawijaya Surabaya, dan kedepannya, insyaallah akan diadakan rutin tiap tahun walaupun lokasi kegiatan mungkin berpindah-pindah ke berbagai rumah sakit yang bersedia bekerjasama mengadakan kegiatan ini, tujuan baksos ini adalah dalam rangka mengurangi angka kebutaan permanen akibat penyakit katarak, ungkap pria yang juga menjadi pengajar di Pondok Pesantren Ummul Quro ini.

Besarnya Kebutuhan masyarakat akan kesehatan mata dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pasien dibanding tahun sebelumnya, oleh karena itu, kami akan selalu berjuang sepenuh hati dalam melayani masyarakat untuk memberantas penyakit katarak, dan menekan angka kebutaan sekecil-kecilnya, lanjutnya.
(bukhoriimam)

Kyai Abdurrahim & Ny Sekar, leluhur yang pantas diluhurkan

ummulquro.co.id,-

Tepat di pintu gerbang masuk Pondok Pesantren Ummul Quro Cangkreng Timur Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura, bila kita berkunjung ke sana, akan melewati area pemakaman keluarga yang masih alami,dengan rindangnya pohon Kamboja di sela-sela batu nisannya.

Di area paling Utara ada dua buah makam berdampingan yang berbeda dari makam lainnya, yaitu makam yang ditinggikan dengan pondasi berkeramik putih dengan batu nisan paling tinggi.

IMG_20171118_153936

Itulah makam Kyai Abdurrahim dan Ny Sekar, yaitu pasangan suami istri yang menjadi pelopor tegaknya Islam di sana waktu itu, Kyai Abdurrahim mensyiarkan agama Islam lewat jalur perdagangan, karena beliau merupakan seorang pebisnis mandiri antar pulau yang memperjualbelikan bahan-bahan kebutuhan pokok ke pulau Jawa, bawean, hingga pulau Kalimantan dengan transportasi tiga armada kapal dagang milik sendiri.

Walaupun akhirnya, jiwa bisnis tidak diturunkan kepada anak-anaknya, tapi beliau menanamkan pendidikan ilmu agama kepada mereka dengan ketat bahkan putra ketiga, yaitu Kyai Hafiluddin dipondokkan kepada seorang Alim Allamah waliyullah di Bangkalan, yaitu Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, dengan harapan kedepannya bisa melanjutkan perjuangan dakwah Islam beliau.

Sedangkan Nyai Sekar, mensyiarkan Islam lewat metode door to door, beliau bersilaturrahmi ke tiap rumah-rumah warga dengan membawa sedekah makanan dan pakaian sholat, demi mengajak mereka untuk melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu, tapi karena waktu itu masyarakat masih lugu dan awam, bagi masyarakat yang belum mau melaksanakan sholat, mereka menolak pemberian sedekah dari beliau karena belum bisa melaksanakan kewajiban sholat.

Dan begitulah seterusnya, dengan semangat membaja dalam berdakwah, hingga akhirnya, dari generasi ke generasi, agama Islam semakin hidup dan meluas, hingga saat ini.

IMG_PITU_20171118_170127
Makam Sultan Abdul Kadirun

Siapakah Kyai Abdurrahim ? Beliau adalah seorang da’i yang berdarah bangsawan Madura keturunan Sultan Abdul Qodir atau lebih dikenal dengan Sultan Kadirun, yang makamnya terletak di belakang masjid agung Bangkalan.

Nasab beliau adalah, Abdurrahim bin Muslimah binti Raden Jatim Bin Raden Ayu Asiyah Ario Joyodiputro binti Raden Yusuf bin Sultan Abdul Qadir Cakra Adiningrat II (Raja Kerajaan Madura Barat).

IMG_PITU_20171118_170032
Pintu gerbang makam sunan Ampel

Sedangkan Nyai Sekar, adalah keturunan Sunan Ampel dan Sunan Drajat melalui Jalur Syeikh Zainal Abidin yang lebih dikenal dengan Sunan Cendana Kwanyar.

Nasab beliau adalah Nyai Sekar binti Muhammad Hanafiyah bin Hasyim Bin Muhibbuddin Bin Siti Aminah binti Zainal Abidin Sunan Cendana Bin Khotib bin Raden Qosim Sunan Drajat bin Raden Ahmad Rahmatullah Sunan Ampel, sesepuh Walisongo. Ini jika diurut dari ayah Sunan Cendana.

IMG_PITU_20171118_170056
Makam Sunan Giri

Apabila diurut dari jalur Ibu Sunan Cendana, adalah Zainal Abidin bin Nyai Gede Kedaton binti Panembahan Kulon bin Raden Ainul Yaqin Sunan Giri

Demikianlah sekilas tentang sepasang suami istri yang berjasa besar dalam perkembangan Islam di daerah Cangkreng dan sekitarnya, semoga kita semua menjadi generasi yang mampu meneruskan dan mengembangkan misi dakwah mereka, dan barokah mereka selalu mengalir kepada kita sebagai keturunan dan santrinya.
(bukhoriimam)

Sumber :
– Silsilah nasab Sunan Cendana
– Perpustakaan Bangkalan
– saksi hidup sejarah dari para sesepuh

Program Pertanian unggulan non kimia oleh Pakar Pertanian dari USA

IMG_20171109_143239

ummulquro.co.id,-

Dalam rangka meningkatkan mutu pertanian masyarakat dan mendidik santri menjadi manusia potensial, Pondok Pesantren Ummul Quro mengadakan pelatihan pertanian dengan tidak menggunakan pupuk kimia seperti sistem pertanian masyarakat umum, tapi memanfaatkan potensi alam dengan menggunakan pupuk kompos yang bisa ditemukan dari sekitar rumah warga, seperti sampah daun-daun kering maupun yang masih hijau dicampur kotoran hewan ternak.

IMG_20171109_124132

Sistem pertanian yang dipandu oleh dua orang pakar pertanian Amerika dan Australia yaitu Dr. Larry dan Dr. Hume Jephcott ini, belum diketahui oleh petani lokal bahwa hasil panen dari sistem ini lebih melimpah dan hemat biaya operasional karena petani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk yang semakin mahal dan langka.

FB_IMG_1510808339883

Menurut Bapak Abdul Malik, sebagai ketua kelompok tani Ummul Quro sistem ini cocok diterapkan di daerah Cangkreng dan sekitarnya karena memang persediaan air bersih sebagai kebutuhan pokok pertanian di daerah ini lebih dari cukup, dan stok persediaan daun-daun kering, sampah organik dan kotoran hewan ternak sangat melimpah bahkan oleh masyarakat yang belum tahu manfaatnya dibuang bahkan dibakar, maka dengan sistem ini semua barang-barang itu menjadi bermanfaat dan dampaknya lingkungan akan bersih dari sampah, sehingga terjadi siklus lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan indah. Di dalam Sistem ini juga diajarkan bagaimana caranya memanfaatkan lahan sempit seperti pekarangan rumah, menjadi lahan perkebunan sayur dan buah dengan hasil melimpah.
(bukhoriimam)

IMG_20171109_143726