PROFIL

Nama Madrasah : Madrasah Ummul Quro
Tahun berdiri : 1991
Nama Pesantren : Pondok Pesantren Ummul Quro
Tahun berdiri : 2016
Nama Pengasuh : KH M Thohir Aziz
Alamat : Jl. KH Abd Rohim 5 Cangkreng Timur Kwanyar Bangkalan Madura
No Telephon : (031) 71140434
No What’s App : 087849361133
Akun Facebook : Pondok Pesantren Ummul Quro
Email : pesantren@ummulquro.co.id
Website : www.ummulquro.co.id

uq-timbul-copy

Ummul Quro, asal mulanya adalah nama Madrasah sore yang didirikan oleh KH. M. THOHIR AZIZ di atas sebidang tanah milik orang tuanya, KH. ABDUL AZIZ BIN HAFILUDDIN di Dusun Cangkreng Timur Desa Karang Anyar Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan Madura, atas instruksi langsung dari Guru Beliau yaitu Al Maghfurlah KH. ABDULLAH SCHAL Demangan Barat Bangkalan pada tahun 1991.

Nama UMMUL QURO terinspirasi dari Al Marhum KH Muhammad Kholil Aziz (adik kandung KH M Thohir Aziz) waktu beliau menuntut ilmu di Makkah Al Mukarromah, dengan harapan semoga mendapat barokah kota Ummul Quro, kota Makkah yang dimuliakan.

Awalnya pembangunan Gedung madrasah hanya bermodal dari sumbangan masyarakat cangkreng timur yang keseluruhan mencapai sekitar Rp. 1.150.000,- (satu juta seratus lima puluh ribu rupiah). Karena minimnya pendanaan, pembangunan hanya sampai pondasi dan pengurukan tanah saja dan sempat terhenti, karena sebagian besar panitia pembangunan yang berjumlah 18 orang, mengundurkan diri hingga tersisa 3 orang saja.

Harapanpun terjawab, Pada awal tahun 1993 pembangunan dilanjutkan atas sumbangan dana dari PT. PETROKIMIA Gresik dan PT GUDANG GARAM Kediri, dan bantuan material dari para dermawan di luar daerah, ditambah penggalangan dana dari Amal Jariyah para pengguna jalan, sehingga pembangunan selesai dengan 4 ruang kelas pada awal tahun 1994.

fb_img_1458453983474

Ummul Quro berkembang menjadi pusat pendidikan dengan menggunakan system pendidikan pesantren sejak awal tahun 2005 di bawah komando Kyai Muhammad Nurullah Szein setelah beliau boyong dari Pesantren Syaikhona Kholil Demangan Barat Bangkalan. Beliau menambahkan program pendidikan dan ubudiyah, seperti pengajian Al-Qur’an, pembacaan Qosidah Burdah, dan Pembacaan Maulid Habsyi. Kemudian seiring berjalannya waktu beliau menambahkan fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan seperti pembangunan Musholla Ar Roudhoh pada tahun 2006, yang modal awalnya berupa bahan-bahan bangunan dari hasil produksi sendiri bersama masyarakat berupa batu bata 11.000 batang dan pasir pantai, ditambah sumbangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

img_20160319_185903Musholla Ar Roudhoh

Dilanjutkan pada tahun 2008, beliau mendirikan lembaga pendidikan formal berupa Sekolah Dasar Islam dan Sekolah Menengah Pertama Ummul Quro, kemudian pada tahun 2010 dibangun ruang kelas baru untuk SMP yang dananya dari swadaya masyarakat, disusul pada tahun 2015 diadakan rehab berat untuk gedung lama yang digunakan untuk SDI dan Madrasah Diniyah atas bantuan dari Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI di Jakarta.

fb_img_1453642005739Pembangunan Rehab berat gedung lama

img_20161203_065933-960x540

Pada tahun 2014, KH. MAS ALI RIDHO HASYIM Pasuruan,Guru beliau ketika nyantri di Bangkalan memotivasi beliau untuk mendirikan Pondok Pesantren dengan membangun cangkru’an kayu sebagai penginapan para murid yang jauh rumahnya. Akhirnya pada tahun 2015 berdirilah bangunan kayu sederhana dari bahan pohon nangka, lantai kayu ulin dan bahan atasan dari kayu bengkirai bekas bangunan lama yang direhab.

img_20160927_082555

Pada tanggal 15 syawal 1437 H / 20 Juli 2016 diadakan acara peresmian Pondok Pesantren Ummul Quro yang dihadiri oleh seorang ulama’ besar dari Makkah Al Mukarromah yaitu Syeikh Dr. MUHAMMAD BIN ISMAIL AZ ZEIN yang disusul dengan masuknya seorang santri yang bernama Bintang Dewantoro putra Bapak Suparman asal Sampang dan menetap hingga sekarang. Yang menjadi santri pertama di Pondok Pesantren Ummul Quro.

14958407_671825722976717_1993630972_nSyeikh Dr Muhammad Bin Ismail Az Zein saat peresmian Pondok Pesantren Ummul Quro

Pondok Pesantren Ummul Quro berdiri di atas tanah seluas 4500 m2 peninggalan KH. HAFILUDDIN BIN ABDURROHIM yang termasuk salah satu santri SYAICHONA KH MUHAMMAD CHOLIL BIN ABDUL LATIF AL BANGKALANY periode awal di masa penjajahan belanda.